Pedoman BNSP 203 Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Asesor Lisensi


Pedoman BNSP 203 Pedoman Penyelenggaran Pelatihan Asesor Lisensi ini disiapkan untuk penyelenggaraan pelatihan asesor Lisensi serta dimaksudkan untuk membantu Penyelenggara dalam melakukan pelatihan yang lulusannya mempunyai kemampuan yang standar. Oleh karena itu Lembaga Penyelenggara seharusnya memahami dan melaksanakan dengan taat asas dokumen ini.

Pedoman ini harus digunakan bersama dengan Pedoman BNSP lainnya yang relevan, antara lain Pedoman BNSP 201 dan Pedoman BNSP nomor 202.


PEDOMAN PENYELENGGARAAN PELATIHAN ASESOR LISENSI

 

1. Ruang Lingkup 

 

Agar mutu pelatihan dapat dijaga dan lulusannya mempunyai kemampuan substansi dan teknis asesmen LSP yang standar, maka pelatihan yang diselenggarakan perlu mengacu kepada suatu Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Asesor Lisensi.

 

Dalam pedoman ini diuraikan persyaratan penyelenggaraan pelatihan, persyaratan peserta pelatihan, materi dan metode pelatihan serta evaluasi peserta.

 

2. Acuan Normatif

Pedoman BNSP 201 : Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi

Pedoman BNSP 202 : Pedoman Penyiapan Lembaga Sertifikasi Profesi

ISO 17024: Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Personil

 

 

3. Definisi

 

3.1 Asesmen Manajemen Mutu PBNSP 201

 

Suatu proses pengumpulan bukti secara sistematis dan terdokumentasi untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif untuk menentukan apakah sistem Manajemen Mutu LSP berdasarkan PBNSP 201 dan 202 sesuai dengan kriteria sistem asesmen LSP yang dibuat oleh BNSP, dan untuk mengkomunikasikan hasil-hasil proses ini kepada manajemen BNSP.

 

3.2 Asesor Lisensi

 

Personel yang telah memiliki  kualifikasi / kemampuan untuk melaksanakan asesmen

Manajemen Mutu PBNSP 201

 

3.3 Instruktur Pelatihan Asesor Manajemen Mutu PBNSP 201

 

Personel yang memiliki kualifikasi / kemampuan untuk memberikan pelatihan asesor Manajemen Mutu PBNSP 201 sesuai dengan Pedoman ini.

 

4. Persyaratan Penyelenggaraan Pelatihan

 

4.1 Jumlah Peserta Pelatihan dan Kehadiran

 

Untuk menjamin kedinamisan kelas, peserta pelatihan dibatasi maksimum 25 orang setiap kelas. Peserta harus menghadiri keseluruhan acara pelatihan. Ketidakhadiran peserta pada saat pelatihan akan mempengaruhi hasil evaluasi harian. Penyelenggara pelatihan harus membuat aturan untuk kehadiran peserta dan disampaikan kepada peserta pelatihan.

 

4.2 Instruktur

 

Penyelenggara pelatihan harus menyediakan instruktur dan instruktur pengganti yang memenuhi syarat pemahanan kurikulum pelatihan asesor akreditasi. Penyelenggara pelatihan harus mempunyai prosedur terdokumentasi mengenai instruktur dan kinerjanya dan harus dikaji setiap tahun.

 

4.3 Lamanya Pelatihan 

 

Lamanya waktu pelatihan adalah minimal 40 jam @ 45 menit

 

4.4 Fasilitas Penunjang

 

Penyelenggara pelatihan menyediakan ruang kelas yang memadai, alat peraga dan fasilitas lain yang diperlukan untuk aktifitas kelas dan untuk melaksanakan ujian .

 

4.5 Perlengkapan Pelatihan

 

Setiap peserta diberikan 1 set materi pelatihan dan perlengkapan pelatihan (minimum alat tulismenulis)

 

4.6 Bahasa

 

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan adalah bahasa Indonesia. Jika instruktur tidak menguasai bahasa Indonesia, lembaga penyelenggara pelatihan harus menyediakan penerjemah yang harus menguasai aspek-aspek teknis dan substansi pelatihan.

 

4.7 Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan

 

Penyelenggara pelatihan harus melakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelatihan yang terdokumentasi.

 

4.8. Persyaratan Peserta Pelatihan

 

Para peserta diharapkan mengenal dokumen Pedoman BNSP 201 dan 202 serta dokumen lainnya yang relevan. 

 

5. Materi dan Metode Pelatihan

 

5.1 Materi pelatihan asesor lisensi minimal sesuai dengan kurikulum seperti dalam tabel-tabel dibawah ini.

 

Tabel 1. Kurikulum Pelatihan asesor lisensi 

Mata ajaran

Tujuan mata ajaran

Pokok bahasan

Sumber/

Referensi

Metode

Media

Waktu

1. Sistem Standardisasi dan Sertifikasi

Kompetensi

Kerja Nasioanal Indonesia.

Peserta mengetahui dan memahami Sistem

Standardisasi dan

Sertifikasi Kompetensi

Kerja Nasional Indonesia.

ƒ     Kebijakan BNSP dan

regulasi tentang Lisensi Sertifikasi Profesi

ƒ     Sistem perumusan SKKNI

ƒ     Sistem lisensi SKKNI

ƒ     Sistem sertifikasi profesi

UU, PP,

Kebijakan dan PBNSP

Kuliah dan diskusi

Audio visual dan modul

3 jam

2. Persyaratan Pendirian

Lembaga

Sertifikasi Profesi sesuai Pedoman BNSP 202.

Memahami persyaratan

Pendirian Lembaga

Sertifikasi Profesi

ƒ Pembentukan LSP 

ƒ Kedudukan,    fungsi, tugas dan wewenang LSP 

ƒ Lisensi LSP 

Pedoman BNSP 202

Kuliah dan diskusi

Audio visual dan modul

3 jam

3. Persyaratan

Umum Lembaga

Sertifikasi Profesi sesuai Pedoman BNSP 201.

Memahami persyaratan umum manajemen 

Lembaga Sertifikasi

Profesi

ƒ Pembentukan LSP 

ƒ Kedudukan,    fungsi, tugas dan wewenang LSP 

ƒ Lisensi LSP 

Pedoman BNSP 201

Kuliah dan diskusi

Audio visual dan modul

10 jam

4. Kreteria asesor lisensi sesuai

Pedoman BNSP 204 dan aspek manusia dalam audit.

Peserta memahami kriterai aesor lisensi LSP

ƒ     Kriteria dan persyaratan

asesor

ƒ     Pendaftaran asesor

ƒ     Rekaman pribadi asesor

ƒ     Pemeliharaan kompetensi

asesor

Pedoman BNSP 204

Kuliah dan diskusi

Audio visual dan modul

2 jam

Peserta mampu bersikap

ƒ Tanggung jawab asesor

ISO 19011

Kuliah

Audio

 

yang benar dalam melaksanakan tugas asesmen dengan memahami aspek manusia dalam asesmen

ƒ Metode dan teknik

bersikap dan komunikasi dalam asesmen

 

dan diskusi

visual dan modul

 

5. Skema Sertifikasi dan uji

Kompetensi

Kerja Nasional sesuai Pedoman BNSP 301.

Peserta  memahami skema, sistem dan prinsipprinsip uji kompetensi

ƒ     Komponen uji kompetensi,

ƒ     pelaksanaan uji

kompetensi, dan

ƒ     pengendalian uji

kompetensi

Pedoman BNSP 301

Kuliah dan diskusi

Audio visual dan modul

3 jam

6. Teknik asesmen sistem manajemen mutu sesuai ISO 19011.

Peserta dapat melakukan

Teknik asesmen berdasar

ISO 19011 untuk mengases sistem manajemen mutu LSP sesuai Pedoman BNSP

201 dan 202

ƒ     Tujuan asesmen.

ƒ     Jenis-jenis asesmen

ƒ     Program asesmen

ƒ     Mengembangkan cheklist

asesmen,

ƒ     Pelaporan asesmen

ƒ     Kompetensi asesor

ƒ ISO 19011, ƒ Pedoman

BNSP 201

Kuliah, diskusi, simulasi dan

latihan

Audio

visual, modul, checklist, formulir isisan

6 jam

7. Mock assessment atau Mock up  assessment

Peserta dapat melakukan praktek assessment dan melakukan penilaian terhadap hasil asesmen

ƒ     Rapat oembukaan

ƒ     Pelaksanaan asesmen

ƒ     Menulis laporan

ketidaksesuaian ƒ Rapat penutupan

ƒ     Tindak lanjut asesmen (follow up)

Seluruh materi yang diberikan

Praktek lapangan atau simulasi

Audio visual dan modulmodul

10 jam

8.     Evaluasi akhir tertulis

Mengetahui kompetensi peserta sebagai asesor lisensi LSP

Seluruh modul pelatihan

Seluruh materi yang diberikan

ƒ     Check point

ƒ     Essay

Alat tulis

3 jam

 

5.2 Lembaga penyelenggara harus mempunyai silabus berdasarkan kurikulum yang dimaksud pada butir 5.1.

 

5.3 Metode pelatihan sekurang-kurangnya mencakup:

a)    Kuliah dan diskusi

b)    Latihan (kuis)

c)     Mock assessment atau Mock-up assessment

d)    Presentasi hasil Mock assessment atau hasil Mock-up assessment

 

6. Evaluasi Peserta

 

Penyelenggara pelatihan harus melakukan evaluasi terhadap peserta yang meliputi evaluasi harian termasuk presentasi dan ujian tulis. Kriteria kelulusan harus diinformasikan kepada peserta pada awal pelatihan. Peserta mempunyai hak mendapatkan informasi hasil evaluasinya.

 

6.1 Evaluasi Harian

 

Penilaian dilakukan terhadap hal-hal sebagai berikut :

a)    Kehadiran peserta minimal 95% dari jumlah jam pelajaran;

b)    Keaktifan peserta dalam diskusi dan kegiatan kelompok;

c)     Kecakapan peserta menyelesaikan laporan;

d)    Kecakapan analisis peserta, kemampuan berorganisasi, kemampuan penilaian dan kepekaan yang berhubungan dengan kegiatan asesmen LSP

 

6.2. Tata cara evaluasi harian :

 

a)    Instruktur melakukan evaluasi setiap hari berdasarkan penilaian setiap mata ajaran

(termasuk tugas-tugas tertulis, laporan asesmen atau laporan lainnya)

b)    Instruktur menetapkan nilai harian peserta berdasarkan hasil evaluasinya

 

6.3. Ujian Akhir

 

Ujian akhir merupakan evaluasi terhadap penguasaan materi pelatihan dengan alokasi waktu minimal 3 jam

 

6.4.       Komposisi Nilai Ujian :

 

a)    40% pilihan (multiple choice) dan/atau menjawab isian

b)    60% uraian tertulis

 

penyelenggara pelatihan harus memiliki minimal 2 versi soal ujian akhir yang digunakan secara bergantian dan harus dijaga kerahasiaannya.

Penyelenggara pelatihan harus memiliki data peserta yang telah mengikuti ujian berdasarkan salah satu versi soal ujian yang dikeluarkan oleh pihak penyelenggara.

 

6.5.        Kelulusan Peserta

 

Hasil ujian akhir diperiksa oleh tim penilai yang terdiri dari 2 orang instruktur dan 1 orang dengan kualifikasi instruktur untuk menjamin objektifitas penilaian dengan cara menghitung rata-rata hasil penilaian dari masing-masing anggota tim. Nilai dari masing-masing anggota tim diberikan kepada pihak penyelenggara pelatihan, berikut nilai akhir. Peserta pelatihan dinyatakan lulus apabila lulus evaluasi harian dan ujian akhir masing-masing dengan batas nilai kelulusan 75%.

 

6.6. Ujian Ulangan

 

Ujian ulangan hanya diberikan bagi peserta yang tidak lulus dengan ujian akhir. Penyelenggara pelatihan harus memberi kesempatan kepada peserta untuk mengikuti 1 kali ujian ulangan selambat-lambatnya 3 bulan setelah ujian yang pertama.

Apabila peserta tidak lulus dalam ujian ulangan atau tidak mengikuti ujian ulangan setelah 3 bulan, peserta tersebut tetap dinyatakan tidak lullus.

Ujian ulangan dilakukan oleh penyelenggara pelatihan yang sama dan harus menggunakan soal ujian yang berbeda.

 

6.7. Sertifikat

 

Semua peserta diberi sertifikat kehadiran. Sertifikat kelulusan diberikan kepada peserta pelatihan yang mengikuti pelatihan dan lulus dalam evaluasi harian dan ujian akhir.

 

Format Sertifikat Kelulusan minimal memuat :

a)    Nama lengkap peserta

b)    Jenis pelatihan yang diikuti

c)     Nomor identitas pelatihan

d)    Nomor sertifikat peserta

e)    Pernyataan bahwa lembaga pelatihan sudah diakreditasi dengan membubuhkan logo

BNSP dan nomor akreditasi

f)      Pernyataan bahwa peserta telah lulus evaluasi harian dan ujian tertulis

g)    Tanggal penyelengaraan pelatihan

h)    Nama lembaga penyelenggara pelatihan

i)   Tanda tangan penanggung jawab lembaga penyelenggara pelatiha

You may like these posts:

No comments:

Post a Comment